Ku dorong kau jatuh
Ku tarik kau tersimpuh
Kerasnya kepalamu tak sepadan dengan rapuh hatimu
Ku sayang kau berulah
Ku benci kau menghiba
Angkuhnya rasamu tak selaras dengan ringkih jiwamu
Tertatih kujaga langkahku menuju inginmu
Semakin terseok kakiku turuti kemana arah hasratmu
Luka tak kurasa, lara tak ku hirau, berkawan nestapa aku jadi terbiasa
Ku bisikkan ke telinga bayu bukan untuk merayu
Berharap tersampaikan sebuah pengharapanku
Kepada waktu untuk bisa mengikis egomu